Postingan

Menampilkan postingan dengan label Budaya

Budaya Pop Memperparah Kemiskinan

Oleh Aprinus Salam Budaya pop membuat masyarakat lebih dinamis. Sekilas budaya pop menggairahkan perekonomian ketika sejumlah orang memanfaatkan budaya pop untuk mencari keuntungan atau nafkah dengan industri kreatifnya. Akan tetapi, lebih jauh budaya pop justru memperparah kemiskinan. Hal ini berkaitan dengan berapa banyak waktu produktif masyarakat terbuang karena menjadi konsumen dalam budaya pop tersebut. Seperti diketahui, beberapa instrumen budaya pop adalah berkembangnnya teknologi media massa (dan/atau media sosial) yang mendatangkan hiburan atau kesenangan dan sekaligus memperbanyak penggunaan waktu yang (dianggap) luang. Instrumen teknologi massa itu hinngga 1990-an yang penting adalah telelvisi. Memasuki tahun 2000-an yang signifikan adalah media sosial (teknologi internet); dengan perangkat lunaknya seperti film (dalam berbagai kategori), majalah dan fiksi hiburan, musik pop, dan iklan. Pangsanya, segala umur. Ada kecenderungan ilmu-ilmu sosial cukup permisif terhadap fenom...