Bercak | Cerpen
Oleh: Hasan Aoni Persetubuhan itu akhirnya terjadi. Ini malam pertama bagi Dulah dan kesekian kali bagi Imah. Dulah harus menunggu seminggu sejak akad nikah di tengah hujan badai malam itu. Imah datang bulan. Tetapi, ketika malam pertama yang ditunggu datang, bercak darah perawan yang ditunggu dengan hati berdebar itu tak pernah terjadi. "Jangan serampangan seperti hewan. Perempuan di malam pertama akan sakit dan mengeluarkan darah perawan," pesan neneknya. Ini pelajaran seks pertama yang diterima Dulah. Pesan itu menancap di kepala Dulah. Pemuda desa itu tak pernah mengalami masa pacaran. Berkenalan dengan Imah usai mengantar gadis itu berbelanja, tiga bulan kemudian menikah. Cepat sekali prosesnya. Imah belum mengenal desa itu sejak memilih menetap dan meninggalkan kota kelahirannya yang suram. Ia membeli rumah mungil di dekat pangkalan ojek dan menempatinya sendirian. Sejak Imah menempati rumah itu, Dulah sering datang lebih pagi. Sasarannya tentu Imah. Ia antar gadis itu ...