Mie Godok Pak Ateng | Yonathan Raharjo
Mi godok Pak Ateng. Tulisannya godog. Kupilih godok tanpa melihat KBBI. Kubaca puisi Hampa dimulai dengan kata Sri. Ada listrik lemah arus mengalir di dadaku. Kuteruskan baca. Wah pasti ini bukan puisi anak SMP ini. Kucek google melacak pencurian artikel. Nah betul. Ini puisi Chairil Anwar. Besoknya buku sudah harus naik cetak. Baik kuganti saja isi puisi itu. Tidak ingin kukabari gurunya. Nanti mengganggu kesan kebahagiaan penerbitan buku literasi ini. Biar kusalahkan diri sendiri. Sejak aku menekuni novel, jarang kubaca puisi. Cengeng. Seperti kata Pramoedya Ananta Toer. Maka terhadap puisi Chairil Anwar yang sedang diperingati harinya sebagai hari puisi saat tulisanku kubuat ini, meski ada aliran listrik dadaku terkait dengannya, aku harus memeriksa terlebih dulu di google untuk menangkap pencurian terhadapnya. Aku mengkritik diri sendiri. Sebagai pelopor Seni Kritik Sastra harusnya kurubuhkan tembok pembacaan seperti zaman dulu saat aku masih dinilai Damhuri Muhammad berlatar ...