Postingan

Menampilkan postingan dengan label Flash Fiction

Tak Ingin Lagi

Oleh: Tuditea Masditok " Kamu nangis lagi ?" George menatap wajah murung tertutup kabut. kebersamaan yang dijalaninya kali ini dengan seorang wanita sepertinya menumbuhkan rasa. Hati yang dulu terkunci rapat, perlahan terbuka. Wanita dihadapannya sedikit demi sedikit mencairkan pahit yang lama bersemayam. "Aku minta kamu jangan pergi George" Suara tertahan itu mencegah langkahnya. George tertunduk. Tak pernah terpikir cinta tiba - tiba menyergap saat tak dibutuhkan.  Aku tak ingin menyakitimu glady, ada perbedaan yang harus kau mengerti.  Cinta yang pernah kumiliki terlepas walau dengan permisi. Menjauhkan dari yang terkasih. Jika ini terulang. Apakah aku siap menerimanya. (lagi) George menatap wajah gladi dalam.  Glady, aku tak tahu mengapa ini terjadi.

Tentang Seorang Sahabat

Oleh: Tommy Bayu Sugara  Sewaktu hujan-hujanan kemarin aku bertemu dengan masa kecilmu. Kau terlihat begitu lucu, cantik dan tentu saja menggemaskan. Pada keesukan harinya, ketika di pasar aku bertemu dengan dirimu yang sudah dewasa. Tubuhmu gemuk dengan dua orang anak selalu menyertaimu. Kau masih kelihatan cantik tapi sudah tidak lagi menggemaskan. Sore ketika hendak membeli obat di apothek aku kembali bertemu dengan dirimu. Kini kau terlihat sudah tua, lemah, keriput dan lamban gerak jalanmu. Sungguh, kau masih saja tetap terlihat cantik meskipun renta rapuh sudah tubuhmu.  Dan hari ini, aku datang ke makam untuk ikut menguburkanmu. Kupetik bunga kamboja kutaruh di atas nisanmu. Atas nama cinta. : untuk seorang sahabat.