Bakiak | Cerpen
Cerpen Hasan Aoni Suara bakiak terdengar setiap pagi. Iramanya mengikuti dentang jam dinding Junghans yang dipasang di ruang tengah. Menggema di rumah yang jarak antara lantai dan langit-langitnya tinggi. Di depan musholla kecil rumah itu suara itu berhenti. Abah, pemakai bakiak itu, menunaikan tahajjud dan bergilir setelah itu mengunjungi salah satu dari tiga kamar isterinya. Gus Qirom menandai suara itu sebagai alarm. Setiap bakiak berbunyi, ia terbangun dan memburu. Telapak kaki tak beralas berlari antara ingin tahu dan takut. Abah menyambut Gus Qirom. Anak usia tujuh tahun itu digendong dan didudukkan di samping sajadah. Ketika Abah memasuki kamar lain, ia kembali ke kamarnya dan menelusup di bawah ketiak ibu. Ibunya isteri tertua Abah. Anak sekecil itu mulai paham arti kunjungan Abah ke kamar-kamar itu. Suatu ketika usai tahajjud Abah mengunjungi kamar ibunya. Ia diminta tinggal di musholla membaca al-Qur'an. Pagi sebelum shubuh ibunya keramas. Siklus kunjungan Abah dan basah ...