10. Wa Gureh
Catatan Perjalanan: Ari Handayani Menjelang dua bulan tinggal di kongsi, aku mendapat teman perempuan baru. Kak Ida namanya. Kuingat hari itu seorang laki-laki kawan kepala kerja datang ke kongsi membawa istrinya, perempuan bertubuh subur, dan anak perempuannya yang masih balita. Lelaki itu sebelumnya sudah menetap di kongsi kami. Padahal kerjanya di proyek tetangga, seratus lima puluh meter dari kongsi kami. Sering kulihat lelaki itu di dapur, menumpang masak atau sedang makan bersama kepala kerja. Ketika membawa keluarganya, kupikir dia hanya mampir. Rupanya dia berniat menetap di kongsi kami. Mula-mula, mereka tinggal di kamar kepala, yang letaknya di samping kamarku. Setelah dua minggu, mereka pindah ke kamarnya sendiri, satu kontena dengan Anshar. Kak Ida orangnya ramah dan cepat akrab dengan orang lain. Perempuan Aceh keturunan Jawa ini bertutur, dulu pernah tinggal di Taman Pelangi, di blok M. “Aku dulu kerja di kilang Marthel.” “Enak kerja di situ Kak?” “Lumay...