Humor Politik Ala Presiden Jokowi vs Humor Punakawan
Oleh: Saurip Kadi (Mayor Jenderal TNI (Purn), mantan Aster KSAD) DALAM pergelaran wayang, melalui peran punakawan sebagai penasihat dan pamong pembisik makna sejati kehidupan dan kebajikan pada manusia, dapat diciptakan suasana dialogis yang humoris, penuh canda dan juga menghibur. Dialog punakawan dengan para kesatrianya juga bisa digunakan sebagai ventilasi untuk mengurangi kepengapan ruang publik dan atau gap komunikasi antara penguasa dan rakyat. Pada dunia pewayangan, dikenal dua kelompok kesatria yang berhadapan, yaitu Pandawa yang bercirikan tabiat manusia baik dengan punakawan Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong, serta Kurawa yang bercirikan tabiat manusia buruk dengan punakawan Togog dan Bilung. Bila peran Semar banyak disampaikan dengan wejangan tentang kebajikan, tugas Togog lebih berat karena wejangan tentang kebajikan sulit untuk diterima para kesatria asuhannya, apalagi untuk dilaksanakannya. Sampai-sampai Togog mulutnya bertambah 'ndower'. Namun, ak...