Postingan

Menampilkan postingan dengan label Tokoh

Jakob Oetama dan Satpam Baru | Kisah

Oleh: Anggie D. Widowati Beberapa hari yang lalu Indonesia kehilangan tokoh pers nasionalJacob Oetama. Pendiri dan pemilik perusahaan pers Kompas Gramedia, ini meninggal pada tanggal 09 September 2020. Tentu saja aku tidak mengenal secara pribadi siapa beliau, tetapi mendengar kabar duka ini, rasanya ikut kehilangan. Tokoh pers nasional tiga zaman ini dikenal sebagai sosok yg low profile, peduli dan perhatian pada karyawan. Ada kisah menarik dan menjadi kisah legenda di kalangan karyawan Kompas-Gramedia. Suatu hari, kebetulan ada rekrutmen satpam baru di kantor itu. Setelah melalui berbagai seleksi maka beberapa orang terpilih dan mulai bekerja. Satpam baru itu ditugaskan di lobi, tempat para tamu keluar masuk. Aku juga mengalami sendiri karena sering mengantarkan naskah tulisan ke kompleks perkantoran Kompas-Gramedia. Pada setiap tamu memang diberlakukan peraturan yang ketat. Harus meninggalkan KTP dan mengenakan pass masuk setelah mengisi buku tamu. Suatu hari, Pak Jacob datang ke k...

Seorang Bernama Gus Dur | Kisah

Di akhir tahun 1998 Gus Dur rawuh (datang) di Wonosobo. Saat itu sedang ramainya era reformasi, beberapa bulan setelah Pak Harto jatuh. Dan ini terjadi beberapa bulan sebelum Gus Dur menjadi orang nomer satu di Negeri ini. Beliau masih menjabat sebagai Ketua PBNU. Bertempat di Gedung PCNU Wonosobo, Gus Dur mengadakan pertemuan dengan pengurus NU dari Wonosobo, Banjarnegara, Pubalingga, Kebumen, Temanggung dan Magelang. Tentu saja semua kiai ingin tahu pendapat Gus Dur tentang situasi politik terbaru. Penulis hadir di situ walaupun bukan kiai, dan duduk persis di depan Gus Dur. Penulis lah yang menuntun Gus Dur menaiki Lantai 2 PCNU Wonosobo. “Pripun Gus situasi politik terbaru?” tanya seorang kiai. “Orde Baru tumbang, tapi Negeri ini sakit keras.” kata Gus Dur. “Kok bisa Gus?” “Ya bisa, wong yang menumbangkan Orde Baru pakainya emosi dan ambisi tanpa perencanaan yang jelas. Setelah tumbang mereka bingung mau apa, sehingga arah reformasi gak genah. Bahkan Negeri ini di ambang kehancuran...

7 Hal Yang Diremehkan Orang

Ibu Negara dari Negeri Tirai Bambu Peng Liyuan berkata: "Bukan "Barang bermerek" yang membuat seseorang menjadi terkenal, melainkan "7 Hal", yangbiasanya malah diremehkan oleh sebagian besar orang, yaitu ;   1. Karakter yang baik adalah "merek" terbaik dalam hidupmu.  Orang denga karakter baik akan jauh lebih dikenal daripada yang hanya menggunakan barang-barang bermerek Kita perlu memperbaiki emosi, memperbaiki kualitas diri, berpikir positif, dan memperkaya batin.  Maka semua perkataan, sikap, dan perilaku kamu akan berubah menjadi baik. 2. Jangan 'terlalu' perduli sikap orang lain yang kurang menyenangkan. Dalam hidup ini selalu ada orang yang membuat kita sedih, cemburu, dan marah Sebenarnya mungkin mereka tidak jahat, tapi kita terlalu ambil hati atas omongan, sikap, dan perilaku mereka.  Agar hidup kita tenang, kita harus belajar untuk tidak ambil pusing.  Dengan dendam karena perkataan atau perbuatan buruk orang pada kita, maka kita sud...

Jihan Malik pendiri brand Heaven Light yang sukses berjualan di Instagram.

Bisnis hijab di Indonesia mulai menjamur tiga tahun terakhir. Masyarakat Indonesia yang didominasi oleh umat muslim membuat bisnis ini memiliki potensi yang sangat kuat. Tak hanya desainer ternama, beberapa merek online shop pun menuai keuntungan yang luar biasa. Sebut saja label Vanilla Hijab, Hijab Princess, dan Heaven Light yang begitu akrab di telinga hijabers Indonesia. Diwawancara Wolipop melalui telepon, pemilik merek hijab Heaven Light, Jihan Malik berbagi tips untuk membangun online shop yang baik. Meski ia mengaku cukup beruntung karena memulai bisnis ini lebih dulu dibanding online shop lainnya, Jihan punya beberapa pesan untuk siapapun yang baru atau sedang membangun online shop hijab. 1. Fokus Pada Kualitas Bahan Menurut Jihan, salah satu faktor yang membuat produknya laris adalah kualitas bahan. Ia selalu berusaha menggunakan bahan yang nyaman dikenakan sehari-hari. Jika sudah nyaman dipakai, pembeli tak sukan untuk kembali. 2. Jangan Terpaku pada Tren Kebanyakan online s...

Sepotong Kisah Kolonel Latief Tentang Peristiwa G-30S: Aku Melapor Pada Soeharto

TulisanPetrus Haryanto, senior kita alumni SMPN2 85  Sabtu, 30 September 2017  Mantan Komandan Brigif 1 Kodam V Jaya Kolonel A Latief (Kiri) di era pemerintahan Presiden Soekarno dengan Brigjen TNI (Pur) Ibrahim Saleh anggota DPR RI fraksi ABRI, Kamis 9 Maret 1988 di Lapas Cipinang, Jakarta (Ist) Tulisan ini pernah dimuat lima tahun yang lalu di Kompasiana oleh Petrus Hari Hariyanto, mantan Sekretaris Jenderal Partai Rakyat Demokratik (PRD). Kemudian direvisi dan diserahkan kepada Bergelora.com untuk  dimuat ulang. Ketika dipenjara oleh Orde Baru, Petrus Hariyanto pernah bersama Kolonel Latief dan Bungkus (Redaksi) Oleh: Petrus Hari Hariyanto "Aku melapor pada Soeharto  kalau Yani Cs (Jenderal Ahmad Yani) akan diamankan,  dan diserahkan ke Bung Karno," kata  Latief kepadaku. Dia mengatakan itu sekitar tahun 1997. Waktu itu,  kami masih sama-sama mendekam  di LP Cipinang. Dia sering sering bercerita ke aku tentang sejarah ‘65, terutama saat kami be...

Dahlan Iskan: Angpao pun Dikirim dengan WeChat

Oleh: Dahlan Iskan Semangat pagi kawan..... Selamat berkarya..... Jangan lupa bersyukur... Berikut laporan beliau dari Tiongkok dalam rangka memeriksakan kesehatan setelah mendapatkan ijin dari pengadilan.... Angpao pun Dikirim dengan WeChat Tiba di Tianjin pekan lalu saya tersenyum: jumlah sepeda yang bisa disewa bertambah dua kali lipat. Begitu pesat perkembangan enam bulan terakhir. Di rumah sakit tempat saya checkup pun begitu banyak sepeda sewaan. Sebelah gerbang selatan. Sebelah gerbang timur. Sebelah gerbang utara. Penuh dengan sepeda sewaan diparkir. Enam bulan yang lalu hanya satu perusahaan yang menyediakan sepeda sewaan. Mobike. Warnanya kuning hitam. Kini ada empat perusahaan yang bergerak di sektor itu. Dengan warna sepeda yang berbeda. Sistemnya saja yang sama. Gunakan handphone. Untuk memotret barcode di sepeda itu. Sedetik kemudian muncul empat angka di layar handphone. Anda tinggal memencet tombol empat angka yang ada di kunci sepeda. Jlek. Kunci mem...

Mengenai Enny Arrow

Mengulik Stensilan Mesum Enny Arrow Era 1980-1990-an TEMPO.CO, Jakarta -Lemparkan sebuah pertanyaan kepada anak milenial kelahiran akhir 90-an siapa yang pernah mendengar nama Enny Arrow? Nyaris tak ada yang tahu. Lain cerita kala pertanyaan serupa diajukan kepada kelompok usia di atas mereka. “Wah stensilan zaman kecil, pernah dengar tapi enggak tahu pasti itu siapa kayaknya nama pena, itu pengarang hits pada zamannya,” berbagai celetukan dan komentar bermunculan di beberapa grup Whatsapp. Malah ada yang lantas sempat bercerita sedikit pengalaman membaca karya stensilan tersebut sembunyi-sembunyi. Atau ada juga yang ditawari buku tersebut oleh pedagang buku bekas di kawasan Cikapundung, Bandung. Novel Enny Arrow merupakan stensilan mesum yang populer pada 1980-1990-an. Kala itu, ia menjadi barang paling diburu di lapak-lapak buku emperan di kawasan Pasar Senen dan Pasar Baru, Jakarta Pusat. Penjualannya tak terbendung meski dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Kendati popular...

Pesan BJ Habibie

_Tulisan_ _*Prof. Dr. Bj. Habibie.*_   _Ada yang memiliki ke cukupan harta dan benda, tapi dia di beri sakit yang parah,_ . _Ada yang memiliki istri yg cantik, tapi dia di beri rumah tangga yg setiap hari cek-cok,_ . _Ada yang suami - istri keluarganya lengkap di beri anak yg lucu2 dan sehat, tapi kelurganya, ayah-ibu, adik-kakaknya berantakan,_ . _Ada yang memiliki pasangan penyabar dan penyayang, tapi dia masih merindukan momongan,_ . _Ada yg memiliki suami tampan dan karier yg mapan, Tp dia juga sering merasakan perangai suaminya yg kasar dan kurang perhatian,_ . _Ada yang memiliki semunya hampir sempurna, tapi dia tidak mendapat kesolehan dan merasakan manis nya ibadah,_ . _Maka yakinlah bahwa setiap orang yang memiliki kelebihan pasti ia juga memiliki kekurangan,_ . _*Tidak ada yang sempurna..*_ _Belum tentu semua yang terlihat indah serta manis di luarnya, seperti itu juga di dalamnya,_ . _Andai saja kita dpt mengetahuinya, pasti kita akan banyak be...

In Memorial Buya Hamka

In Memori Buya Hamka........ ⚪ Muslim: "Bagaimana natalmu? ⚫ David: "Baik, kau tidak mengucapkan selamat natal padaku??" . ⚪ Muslim: "Tidak. Agama kami menghargai toleransi antar agama, termasuk agamamu. Tapi urusan ini, agama saya melarangnya..!!" ⚫ David: "Tapi kenapa?? Bukankah hanya sekedar kata2? Teman2 muslimku yg lain mengucapkannya padaku??" . ⚪ Muslim: "Mungkin mereka belum mengetahuinya, David. Bisakah kau mengucapkan dua kalimat Syahadat?" ⚫ David: "Oh tidak, saya tidak bisa mengucapkannya... Itu akan mengganggu kepercayaan saya..!" ⚪ Muslim: "Kenapa?? Bukankah hanya kata2? Ayo, ucapkanlah..!!" ⚫ David: "Sekarang, saya mengerti.." . ♻ Inilah yg menyebabkan Buya Hamka memilih meninggalkan jabatan dunia sebagai Ketua MUI ketika didesak pemerintah utk mengucapkan "Selamat Natal" yang meskipun anggapan HANYA BERUPA kata2 keakraban/toleransi namun disisi Allah nilainya justru menunju...