Postingan

Menampilkan postingan dengan label Remaja

Cara Menghilangan Kecanduan Pornografi pada Remaja

Menghilangkan kecanduan pornografi pada remaja memerlukan pendekatan yang holistik dan suportif. Berikut beberapa langkah yang dapat membantu: 1. Komunikasi Terbuka. Mulailah dengan percakapan terbuka dan jujur tentang masalah ini. Dengarkan remaja tanpa menghakimi dan berikan pemahaman bahwa Anda ada untuk mendukung mereka. 2. Pahami Akar Masalah. Cari tahu apa yang mungkin menyebabkan kecanduan ini, seperti stres, kebosanan, atau kurangnya kontrol diri. Memahami akar masalah dapat membantu dalam menemukan solusi yang tepat. 3. Batasi Akses. Batasi akses ke konten pornografi dengan menggunakan perangkat lunak pemblokir situs atau aplikasi yang dapat memfilter konten tidak pantas. 4. Dorong Aktivitas Positif. Ajak remaja untuk terlibat dalam aktivitas positif seperti olahraga, hobi, atau kegiatan sosial yang dapat membantu mereka mengarahkan energi dan perhatian ke hal yang lebih konstruktif. 5. Pendidikan tentang Kesehatan Seksual. Berikan pendidikan yang seimbang tentang kesehatan se...

Kelompok Remaja dan Kenakalan Remaja

Oleh: Anggie D. Widowati Awasi anak perempuanmu, pegang dia. Awasi anak lelakimu, pegang dia, pegang juga teman-temannya. Artinya, kalau punya anak remaja laki-laki harus tahu benar siapa teman-temannya. Karena remaja laki-laki beda dengan remaja perempuan. Saya pernah melakukan penelitian, mengenai hubungan antara berkelompok dan kenakalan remaja. Hasilnya, memang ada hubungan antara perilaku berkelompok dengan kenakalan (berasama) pada remaja. Dan remaja laki-laki, kohesifitasnya lebih kuat, dibandingkan dengan kumpulan remaja perempuan. Sekumpulan remaja perempuan, bila ada seorang yang merokok, tidak lantas semua ikut merokok. Keburukan tidak menular begitu saja. Tetapi pada kumpulan remaja laki-laki, bila ada yang merokok, biasanya yang lain ikutan melakukan hal yang sama, bila tidak dia akan dianggap cemen. Begitu juga bila seorang remaja laki-laki minum bir, yang lain juga akan ikutan minum bir, daripada dianggap banci di grup itu. Kita semua prihatin dengan bebe...

Genk Remaja Cenderung Melakukan Kekerasan

Oleh: Anggie D. Widowati Awasi anak perempuanmu, pegang dia. Awasi anak lelakimu, pegang dia, pegang juga teman-temannya. Artinya, kalau punya anak remaja laki-laki harus tahu benar siapa teman-temannya. Karena remaja laki-laki beda dengan remaja perempuan. Saya pernah melakukan penelitian, mengenai hubungan antara berkelompok dan kenakalan remaja. Hasilnya, memang ada hubungan antara perilaku berkelompok dengan kenakalan (berasama) pada remaja. Dan remaja laki-laki, kohesifitasnya lebih kuat, dibandingkan dengan kumpulan remaja perempuan. Sekumpulan remaja perempuan, bila ada seorang yang merokok, tidak lantas semua ikut merokok. Keburukan tidak menular begitu saja. Tetapi pada kumpulan remaja laki-laki, bila ada yang merokok, biasanya yang lain ikutan melakukan hal yang sama, bila tidak dia akan dianggap cemen. Begitu juga bila seorang remaja laki-laki minum bir, yang lain juga akan ikutan minum bir, daripada dianggap banci di grup itu. Kita semua prihatin dengan beberapa peri...

Anak Gadis Dan Pendidikan Kewanitaan

Oleh: Anggie D. Widowati  Seorang anak usia 13 tahun (siswi kelas 1 setingkat SMP di Ciputat) sebut saja Gadis, menghilang. Ibunya bingung, karena gadis kecil itu empat hari tidak pulang. Mereka pun melaporkan kehilangan itu ke polisi. Polisi bergerak dan menelusuri aktifitas si gadis seminggu belakangan, termasuk aktifitas sosmednya. Dan dari sebuah grup chat WhatsApp (WAG), ditemukanlah bahwa si bocah aktif disitu sebagai member dan memiliki kekasih. Grup chat pecinta sepak bola Jakarta itu yang mempertemukannya dengan sebut saja Garong, kekasihnya, penculiknya. Selama 4 hari pasangan tidak seimbang itu, (karena Gadis masih anak-anak) tinggal di kontrakan salah seorang family Garong. Garong yang usianya 19 tahun, tidak bekerja alias pengangguran, ditangkap dan disebut sebagai penculik. Ibu Gadis tentu saja miris dengan kejadian ini, alhamdulillah puterinya selamat. Tetapi sebetulnya tidak selamat dengan utuh. Karena mereka sudah berhubungan seperti layaknya suami istr...

Kenakalan Remaja, Salah Siapa?

  Oleh: Anggie D. Widowati Beberapa hari belakangan ini, jagad Nusantara dikejutkan oleh berita yang membuat orang tua mengelus dada. Anak kelas lima SD disiksa teman-temannya sampai meninggal dunia. Atau seorang siswa membantai   temannya di kelas, dengan disaksikan teman-temannya, direkam, dan diupload di medsos lalu menjadi viral. Ada apakah gerangan dengan anak-anak ini, kenapa melakukan tindakan yang keji dengan tanpa ada perasaan bersalah.   Kalau melihat dari usia, mereka belum bisa disebut remaja. Oh ya, usia 0-5 tahun disebut balita. Usia 6-13 tahun, disebut anak-anak. Sementara usia 14-16 tahun disebut pra remaja. Dan usia 17-21 tahun disebut remaja. Sedangkan 21 tahun ke atas, disebut dewasa. Nah mereka ini berusia antara 13-16 tahun, jadi disebut pra remaja. Anak-anak di usia ini dianggap masih belum memiliki pemikiran dewasa, lugu khas anak-anak, mentalnya pun mental anak-anak, semua perbuatannya masih menjadi tanggungjawab orang tua. Sayangnya,...

Liburan Di Rumah Bersama Anak dan Remaja

Oleh: Anggie D. Widowati Liburan telah tiba. Bila anda memiliki anak usia sekolah atau remaja, tentu anda mikir-mikir, apa yang mesti dilakukan agar anak-anak tidak jenuh. Apalagi liburan lumayan lama (2 minggu), sementara anda dan suami tidak ada rencana liburan di luar kota.   Ada beberapa tip yang bisa dilakukan untuk liburan di rumah:   1. Siapkan alat permainan kesukaan anak.   Pada liburan awal, anak-anak pasti suka bermain dengan teman-temannya, bahkan mulai pagi sampai sore. Mereka merasa bebas karena tidak sekolah dan bisa bermain seharian.   Anak-anak ini biasanya mengeluarkan sepeda mereka dan bermain sepeda bersama. Permainan lain adalah bulu tangkis, sepak bola atau basket.   Jadi barang-barang permainan yang selama ini di simpan, keluarkan saja semua, termasuk alat-alat berenang, persiapan kalau mereka mengajak berenang.   2. Keluar dari Rutinitas.   Kebosanan akan melanda bila sudah masuk hari ketiga atau keempat. Anda ...

Tawuran Antar Pelajar: Siapa salah?

Oleh Anggie D. Widowati Seorang laki-laki dalam twitt-nya mengatakan, Setrum tuh sampai sakratul maut pelajar yang sudah menghilangkan nyawa orang lain, dalam karena tawuran. Langsung saja saya reply melalui akunt twitter saya: “Pliss, jangan kasar deh, mereka kan hanya anak-anak...” Berita kematian karena tawuran antar pelajar, sungguh mencengangkan publik. Anak-anak yang baru menginjak remaja, sudah melakukan tindakan sadis yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain. Benar-benar menjadi situasi yang menimbulkan rasa miris dalam benak kita. Masa remaja adalah masa pancaroba dari masa kanak-kanak menjadi dewasa. Mereka sangat dipengaruhi oleh perubahan hormonal yang terjadi di dalam tubuh.  Sistem hormonal ini, menimbulkan berbagai  perubahan yang berupa perubahan fisik, maupun perubahan yang sifatnya psikologis. Perubahan fisik, bisa dilihat dari, bergantinya rambut anak-anak menjadi rambut dewasa. Perubahan pada kulit mereka, dari halus menjadi kasar. Perubahan pada ...