Postingan

Parenting Control

Oleh: Anggie D. Widowati  Anak2 adalah sasaran empuk kejahatan di dunia maya. Tertangkapnya gank pedophilia "The Candy" di FB, menunjukkan bahwa dunia maya adalah dunia semu yg penuh dengan kriminalitas. Kebanyakan orang tua gaptek, dan yang lainnya tak peduli keselamatan anak saat mereka berada di dunia maya. Kalau sudah kecolongan baru teriak-teriak. Jangan deh, Nauzubillah.  Anak2 jaman sekarang sangat melek teknologi, ngerinya kalau mereka merambah ke wilayah rawan yg sebetulnya belum saatnya mereka ketahui, seperti pornografi, atau menjadi sasaran predator-predator di medsos dan semacamnya. Karena itu orang tua pun harus tahu sampai dimana anak-anak mereka menjelajahi dunia maya. Harus memahami dunia itu, harus tahu dg siapa mereka berinteraksi. Gadged dan media elektronik sebenarnya menyediakan sarana untuk itu. Orang tua bisa melakukan control parenting terhadap gadged anak-anak mereka, hingga otomatis tayangan atau gambar 17+ tidak bisa masuk ke gadged mereka. Jadi ka...

Ibu Bagi Rara | Cerpen

Cerpen: Kurnia Effendi RARA tahu, ia tak punya ibu sejak usianya seminggu. Mengapa Gaharu berulang-ulang menanyakan perihal orang tuanya? Bedebah itu terlalu usil mengungkit riwayatnya sebelum cinta saling mengikat. Bukankah jawaban-jawaban itu tak akan mengubah keadaan dirinya? Rara yang piatu tak pernah menyusu pada payudara siapa pun. Namun demikian, perasaan-perasaan sebagai anak terkasih atau gadis penanggung sedih, berawal dari rahasia itu. Rahasia? Kenyataan itu tak pernah disembunyikan. Bahkan sejak dia bayi dan tinggal di Perumnas Klender, rumah kecil penuh kasih yang membuatnya tak mengenal perasaan kehilangan. Di rumah itu ada tiga perempuan yang berlomba membahagiakannya. Nikmat mana lagi yang hendak engkau dustakan, Rara? “Pakde, kapan punya waktu untuk Rara?” Ia mengirim pesan melalui sabak android kepada seseorang yang sulit ditemui akhir-akhir ini. Pakde sering jauh dari Jakarta dan tak cukup waktu untuk berjumpa. Rara memojok di sebuah kedai kopi. Hari masih cukup muda...

Wanita Yang Ternoda 18+ | Cerpen

Oleh : Ju Ya Sudah dua tahun kutinggalkan kampung ini, namun, tidak ada yang berubah. Air sungai kecil disamping rumah warga tempat buang hajat dan mandi masih mengeluarkan suara gemercik. Daun tebu dibibir sungai masih berkeserak ditiup angin. Bau bakaran daun kering khas pedesaan masih tercium meski samar. Pesona alam yang hijau Bukit Rimbang Baling masih menjadi pemandangan menggoda untuk di kunjungi wisatawan dengan gelar paru–paru dunia. Mushalla yang dulu gagah masih berdiri meski catnya telah memudar dan lusuh. Gubuk tua milik orang kaya di kampungku pun masih tetap ada. Namun, hatiku masih terluka. Amarah masih meraja, kesumat melumat hingga waktu yang tak tahu kapan menjeda. Kejadian yang paling kubenci, masih terekam dengan sempurna dalam kepala dan kembali hadir seperti layar tancap menayangkan satu persatu kejadian. "Dewi, bisa tolong ambilkan air ke sungai. Ada anggota dewan berkunjung ke desa kita, kebetulan rumah kita jadi tujuan dewan itu. Dalam rangka sosialisa...

Praha dan Kenangan | Cerpen

Oleh Za'idatul Uyun Akhirnya aku datang ke sini, Praha. Bukan untuk mengenangmu, hanya untuk mampir dan memotret beberapa tempat yang sering kau sebutkan dulu. Jangan ke-geer-an dan menganggapku sedang rindu kamu. Ternyata begini rasanya berdiri di tepi Jembatan Charles. Menikmati hiruk pikuk ratusan turis yang berlalu lalang. Di sebelahku ada seorang anak perempuan memakai hoodie berwarna biru, persis seperti yang Kau kenakan saat kita pertama bertemu. Bodohnya aku, tentu saja ada ribuan hoodie berwarna biru di muka bumi. 𝘋𝘢𝘮𝘯! Haruskah aku mengingatmu setiap melihat hoodie seperti itu?. Kau lihat di ujung sana? sepasang kekasih biasanya akan mengunci gembok cinta mereka di sebuah pagar. Tapi aku tidak akan melakukan itu. Selain karena aku tak punya kekasih, aku tidak percaya dengan hal seperti itu. Kenapa juga manusia mengabadikan cintanya dengan memasang gembok? Padahal cinta lebih abadi dari seonggok besi yang bisa berkarat karena korosi. Praha memang indah, Praha! Aku inga...

Nonton Teater Koma di Rumah: Judul Cerita Semar Gugat

Gambar
Nonton Teater Koma di rumah yuk. Persembahan Teater Koma dan Bakti Budaya Djarum Foundation merupakan salah satu Program Digitalisasi Koma agar kita tetap bisa menonton pertunjukan dari rumah selama masa Pandemi. Menayangkan rekaman dokumentasi video pementasan yang lalu. SEMAR GUGAT merupakan pertunjukan yang telah dipentaskan di Gedung Kesenian Jakarta pada tahun 2016. Naskah karya N. Riantiarno ini pertama kali dipentaskan Teater Koma tahun 1995. Untuk lakon tersebut, N. Riantiarno dianugerahi SEA Write Award pada tahun 1998 di Thailand. Semar merasa sangat terhina. Kuncungnya dipotong oleh Arjuna sebagai mas kawin untuk Srikandi. Bersama Bagong, ia naik ke Kahyangan, menemui Batara Guru. Dimintanya kebagusan paras yang dulu pernah dimilikinya. Batara Guru meluluskan. Semar pun berubah wujud. Dia bergelar Prabu Sanggadonya Lukanurani. Semua keruwetan itu ternyata akibat ulah Betari Permoni dan Kalika. Rupanya Permoni berhasil masuk ke badan wadag Srikandi dan sukses mengacak-acak Am...

Bocah Botak di Depan Warung | Cerpen

Oleh: Elsaja Pada siang hari yang terik dan warung Hindun hanya dikerubuni lalat, aku melihatnya berdiri di sana. Kepala botaknya mengkilap diterpa cahaya matahari yang menyengat. Punggung bajunya basah. Bulir-bulir keringat muncul di pori-pori kepalanya, lalu meleleh ke tengkuknya yang hitam. Aku tidak tahu apa yang bocah itu telah kerjakan untuk menebus keberadaannya di depan warung Hindun. Apapun itu, pastilah sangat menguras tenaga. Dari belakang, aku bisa melihat kepala bocah itu menoleh ke kiri dan ke kanan dengan perlahan, seolah-olah sedang memindai barang apa saja yang disediakan untuknya. Aku bisa melihat apa yang ia juga lihat. Di sebelah kirinya terdapat etalase, di atas etalase, roti-roti murah ditumpuk di sebuah wadah. Di sebelah kanan anak itu, terdapat meja kecil berisi toples-toples permen aneka warna. Aku bisa menebak apa yang ia pikirkan. Rahmad Nursaid, putra almarhum Rusidi, sedang memilih jajan yang hendak dibelinya. Ini bukan kali pertama aku menemukan anak itu b...

Apa Itu OMNI BUS LAW

Gambar
Oleh: Dahlan Iskan Saya berdoa keras. Agar program Omnibus Law sukses.Agar Presiden Jokowi tidak hanya dikenang di bidang jalan tol --yg memang hebat itu. Itulah konsolidasi terbesar di saat sulit melakukan ekspansi ekonomi.yg memang lagi sulit. Kata kuncinya: di saat tidak bisa melakukan ekspansi, lakukanlah konsolidasi. Omnibus Law adalah konsolidasi besar-besaran. Saya tahu program Omnibus Law itu berat sekali. Bahkan berani. Memulainya saja sudah hebat. Apalagi bisa melakukannya dan siapa tahu sukses. "Bus Omni" memang mengagetkan. Saat itu Thn 1820. Saat pertama kali dipakai di Paris. Kok ada kendaraan yg bisa dipakai mengangkut orang begitu banyak pun dengan berbagai jenis barang milik penumpang. Apa saja bisa masuk. Semua bisa dimuat. Paris pula yang pertama kali menggunakan istilah Omnibus. Bus jenis Omni. Tapi baru menjadi istilah generik ketika dipakai di Amerika Latin. Di sana segala sesuatu yang bisa dimasuki apa saja disebut Omnibus. Seorang yang sanga...