Postingan

Tanda Dan Gejala Lupus

From: Blog Dokter, 04 April 2021 Anda tentu sudah pernah mendengar tentang penyakit lupus baik di media cetak maupun elektronik. Lupus adalah suatu penyakit autoimmune yang terjadi akibat sistem pertahanan tubuh yang terlampau kuat sehingga tidak bisa membedakan antara benda asing dengan sel sel normal yang ada di dalam tubuh. Berikut beberapa tanda dan gejala awal dari penyakit lupus yang perlu anda ketahui. 1. Rasa nyeri dan kekauan pada sendi yang kemudian diikuti dengan bengkak. 2. Nyeri otot. 3. Kelelahan yang luar biasa. 4. Demam yang tidak bisa diungkapkan dengan jelas. 5. Bercak bercak pada kulit terutama pada daerah sekitar hidung yang menyerupai bentuk kupu kupu. 6. Anemia atau masalah pada ginjal. 7. Nyeri pada dada saat bernafas dalam. 8. Penderita lebih sensitif terhadap sinar matahari atau cahaya terang. 9. Rambut rontok. Anda mengalami salah satu gejala atau tanda diatas? Segera hubungi dokter keluarga anda.

7 HAL YANG BIKIN CERITAMU MAKIN KEREN

Oleh: Velova19 (Wattpad) 1. HINDARI TYPO Typo merupakan kependekan dari a typograpical error, atau ❝Salah Ketik❞. Meskipun kelihatannya sepele, tetapi typo dapat menimbulkan kesalahpahaman antara pembaca dengan penulis. Salah satu cara menghindari typo, kamu perlu merevisi tulisanmu minimal lima kali sebelum benar-benar dipublikasi. 2. BUATLAH PLOT TWIST Plot Twist berarti alur cerita yang sengaja dipelintir sehingga memberi efek kejutan. Plot twist berhasil jika pembaca terkejut, tak menduga, teperdaya, atau merasa tertipu.  Plot twist yang bagus juga bakal berbekas di hati pembacamu. 3. MENULISLAH SESUAI PUEBI Menulis sesuai PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia) akan membuat tulisanmu memiliki nilai lebih di mata pembaca dan editor. Terutama naskah yang akan kamu kirimkan ke penerbit.  4. SHOW DON’T TELL (ini sudah saya bahas kemarin) Menjelaskan sesuatu dengan teknik Showing, dapat membantu pembaca memahami maksud penulis. Sekaligus menghidupkan tulisan menjadi lebih manis dan...

Parenting Control

Oleh: Anggie D. Widowati  Anak2 adalah sasaran empuk kejahatan di dunia maya. Tertangkapnya gank pedophilia "The Candy" di FB, menunjukkan bahwa dunia maya adalah dunia semu yg penuh dengan kriminalitas. Kebanyakan orang tua gaptek, dan yang lainnya tak peduli keselamatan anak saat mereka berada di dunia maya. Kalau sudah kecolongan baru teriak-teriak. Jangan deh, Nauzubillah.  Anak2 jaman sekarang sangat melek teknologi, ngerinya kalau mereka merambah ke wilayah rawan yg sebetulnya belum saatnya mereka ketahui, seperti pornografi, atau menjadi sasaran predator-predator di medsos dan semacamnya. Karena itu orang tua pun harus tahu sampai dimana anak-anak mereka menjelajahi dunia maya. Harus memahami dunia itu, harus tahu dg siapa mereka berinteraksi. Gadged dan media elektronik sebenarnya menyediakan sarana untuk itu. Orang tua bisa melakukan control parenting terhadap gadged anak-anak mereka, hingga otomatis tayangan atau gambar 17+ tidak bisa masuk ke gadged mereka. Jadi ka...

Ibu Bagi Rara | Cerpen

Cerpen: Kurnia Effendi RARA tahu, ia tak punya ibu sejak usianya seminggu. Mengapa Gaharu berulang-ulang menanyakan perihal orang tuanya? Bedebah itu terlalu usil mengungkit riwayatnya sebelum cinta saling mengikat. Bukankah jawaban-jawaban itu tak akan mengubah keadaan dirinya? Rara yang piatu tak pernah menyusu pada payudara siapa pun. Namun demikian, perasaan-perasaan sebagai anak terkasih atau gadis penanggung sedih, berawal dari rahasia itu. Rahasia? Kenyataan itu tak pernah disembunyikan. Bahkan sejak dia bayi dan tinggal di Perumnas Klender, rumah kecil penuh kasih yang membuatnya tak mengenal perasaan kehilangan. Di rumah itu ada tiga perempuan yang berlomba membahagiakannya. Nikmat mana lagi yang hendak engkau dustakan, Rara? “Pakde, kapan punya waktu untuk Rara?” Ia mengirim pesan melalui sabak android kepada seseorang yang sulit ditemui akhir-akhir ini. Pakde sering jauh dari Jakarta dan tak cukup waktu untuk berjumpa. Rara memojok di sebuah kedai kopi. Hari masih cukup muda...

Wanita Yang Ternoda 18+ | Cerpen

Oleh : Ju Ya Sudah dua tahun kutinggalkan kampung ini, namun, tidak ada yang berubah. Air sungai kecil disamping rumah warga tempat buang hajat dan mandi masih mengeluarkan suara gemercik. Daun tebu dibibir sungai masih berkeserak ditiup angin. Bau bakaran daun kering khas pedesaan masih tercium meski samar. Pesona alam yang hijau Bukit Rimbang Baling masih menjadi pemandangan menggoda untuk di kunjungi wisatawan dengan gelar paru–paru dunia. Mushalla yang dulu gagah masih berdiri meski catnya telah memudar dan lusuh. Gubuk tua milik orang kaya di kampungku pun masih tetap ada. Namun, hatiku masih terluka. Amarah masih meraja, kesumat melumat hingga waktu yang tak tahu kapan menjeda. Kejadian yang paling kubenci, masih terekam dengan sempurna dalam kepala dan kembali hadir seperti layar tancap menayangkan satu persatu kejadian. "Dewi, bisa tolong ambilkan air ke sungai. Ada anggota dewan berkunjung ke desa kita, kebetulan rumah kita jadi tujuan dewan itu. Dalam rangka sosialisa...

Praha dan Kenangan | Cerpen

Oleh Za'idatul Uyun Akhirnya aku datang ke sini, Praha. Bukan untuk mengenangmu, hanya untuk mampir dan memotret beberapa tempat yang sering kau sebutkan dulu. Jangan ke-geer-an dan menganggapku sedang rindu kamu. Ternyata begini rasanya berdiri di tepi Jembatan Charles. Menikmati hiruk pikuk ratusan turis yang berlalu lalang. Di sebelahku ada seorang anak perempuan memakai hoodie berwarna biru, persis seperti yang Kau kenakan saat kita pertama bertemu. Bodohnya aku, tentu saja ada ribuan hoodie berwarna biru di muka bumi. 𝘋𝘢𝘮𝘯! Haruskah aku mengingatmu setiap melihat hoodie seperti itu?. Kau lihat di ujung sana? sepasang kekasih biasanya akan mengunci gembok cinta mereka di sebuah pagar. Tapi aku tidak akan melakukan itu. Selain karena aku tak punya kekasih, aku tidak percaya dengan hal seperti itu. Kenapa juga manusia mengabadikan cintanya dengan memasang gembok? Padahal cinta lebih abadi dari seonggok besi yang bisa berkarat karena korosi. Praha memang indah, Praha! Aku inga...

Nonton Teater Koma di Rumah: Judul Cerita Semar Gugat

Gambar
Nonton Teater Koma di rumah yuk. Persembahan Teater Koma dan Bakti Budaya Djarum Foundation merupakan salah satu Program Digitalisasi Koma agar kita tetap bisa menonton pertunjukan dari rumah selama masa Pandemi. Menayangkan rekaman dokumentasi video pementasan yang lalu. SEMAR GUGAT merupakan pertunjukan yang telah dipentaskan di Gedung Kesenian Jakarta pada tahun 2016. Naskah karya N. Riantiarno ini pertama kali dipentaskan Teater Koma tahun 1995. Untuk lakon tersebut, N. Riantiarno dianugerahi SEA Write Award pada tahun 1998 di Thailand. Semar merasa sangat terhina. Kuncungnya dipotong oleh Arjuna sebagai mas kawin untuk Srikandi. Bersama Bagong, ia naik ke Kahyangan, menemui Batara Guru. Dimintanya kebagusan paras yang dulu pernah dimilikinya. Batara Guru meluluskan. Semar pun berubah wujud. Dia bergelar Prabu Sanggadonya Lukanurani. Semua keruwetan itu ternyata akibat ulah Betari Permoni dan Kalika. Rupanya Permoni berhasil masuk ke badan wadag Srikandi dan sukses mengacak-acak Am...