Belajar Dari Ban
(Copas WA)
Ada 6 hal tentang *BAN* yg bisa kita pelajari untuk hidup kita,"
#Pertama, *BAN* selalu konsisten bentuknya yaitu #Bundar.
Apakah dia dipasang di sepeda roda tiga, motor balap atau roda pesawat terbang.
*BAN* tak pernah berubah menjadi segi tiga atau segi empat."
#Kedua, *BAN* selalu #mengalami kejadian Terberat.
Ketika melewati jalan berlubang, dia dulu yg merasakan.
Saat melewati aspal panas, dia juga yg merasakan.
Ketika ada banjir, dia juga yg harus mengalami langsung.
Bahkan ketika ada kotoran hewan atau bangkai hewan di jalan yg tidak dilihat si pengemudi, siapa yg pertama kali merasakannya?
#Ketiga, *BAN* selalu #menanggung beban terberat.
Baik ketika mobil sedang diam, apalagi sedang berjalan.
Baik ketika mobil sedang kosong, apalagi saat penuh penumpang dan barang.
#Keempat, *BAN* tak pernah sombong dan berat hati menolak permintaan pihak lain.
*BAN* selalu senang bekerja sama.
Ketika pedal rem memerintahkannya berhenti, dia berhenti.
Ketika pedal gas menyuruhnya lebih cepat, dia pun taat dan melesat.
Bayangkan kalau ban tak suka kerjasama dan bekerja sebaliknya?
Saat direm malah ngebut, dan saat digas malah berhenti? Apa yg akan terjadi?
#Kelima *BAN* adalah, meski banyak hal penting yg dilakukannya, dia tetap rendah hati dan tak mau menonjolkan diri. Dia biarkan orang2 memuji bagian mobil lainnya, bukan dirinya.
#Keenam tentang *BAN* adalah, betapa pun bagus dan hebatnya mobil yg kau miliki, atau sepeda yg kau punya, atau pesawat yg kita naiki, saat *BAN* tak berfungsi, kita tak akan bisa kemana-mana. Kita tak akan pernah sampai ke tujuan.
Jadi,, meski kita menghadapi banyak masalah dibanding org lain, menghadapi lumpur, aspal panas, banjir, atau tak mendapat pujian sebanyak org lain, bahkan terus menanggung beban berat di atas pundak kita, tetaplah konsisten dengan kebaikan yg kita lakukan, tetaplah mau bekerja sama dengan orang lain, dan jangan merasa hebat sendiri, dan yg terpenting, tetaplah menjadi penggerak dalam ketaatan kpd Alloh dan kedisiplinan di manapun kita berada. Demikian !
#Pertama, *BAN* selalu konsisten bentuknya yaitu #Bundar.
Apakah dia dipasang di sepeda roda tiga, motor balap atau roda pesawat terbang.
*BAN* tak pernah berubah menjadi segi tiga atau segi empat."
#Kedua, *BAN* selalu #mengalami kejadian Terberat.
Ketika melewati jalan berlubang, dia dulu yg merasakan.
Saat melewati aspal panas, dia juga yg merasakan.
Ketika ada banjir, dia juga yg harus mengalami langsung.
Bahkan ketika ada kotoran hewan atau bangkai hewan di jalan yg tidak dilihat si pengemudi, siapa yg pertama kali merasakannya?
#Ketiga, *BAN* selalu #menanggung beban terberat.
Baik ketika mobil sedang diam, apalagi sedang berjalan.
Baik ketika mobil sedang kosong, apalagi saat penuh penumpang dan barang.
#Keempat, *BAN* tak pernah sombong dan berat hati menolak permintaan pihak lain.
*BAN* selalu senang bekerja sama.
Ketika pedal rem memerintahkannya berhenti, dia berhenti.
Ketika pedal gas menyuruhnya lebih cepat, dia pun taat dan melesat.
Bayangkan kalau ban tak suka kerjasama dan bekerja sebaliknya?
Saat direm malah ngebut, dan saat digas malah berhenti? Apa yg akan terjadi?
#Kelima *BAN* adalah, meski banyak hal penting yg dilakukannya, dia tetap rendah hati dan tak mau menonjolkan diri. Dia biarkan orang2 memuji bagian mobil lainnya, bukan dirinya.
#Keenam tentang *BAN* adalah, betapa pun bagus dan hebatnya mobil yg kau miliki, atau sepeda yg kau punya, atau pesawat yg kita naiki, saat *BAN* tak berfungsi, kita tak akan bisa kemana-mana. Kita tak akan pernah sampai ke tujuan.
Jadi,, meski kita menghadapi banyak masalah dibanding org lain, menghadapi lumpur, aspal panas, banjir, atau tak mendapat pujian sebanyak org lain, bahkan terus menanggung beban berat di atas pundak kita, tetaplah konsisten dengan kebaikan yg kita lakukan, tetaplah mau bekerja sama dengan orang lain, dan jangan merasa hebat sendiri, dan yg terpenting, tetaplah menjadi penggerak dalam ketaatan kpd Alloh dan kedisiplinan di manapun kita berada. Demikian !
Komentar
Posting Komentar