Bila Anak Susah Makan
Oleh: Anggie D. Widowati
Beberapa hal yang menyebabkan anak susah makan, antara lain:
Saya seringkali mendengar keluhan orang tua yang mengatakan
bahwa anak mereka susah makan. Tubuhnya kurus dan berat badannya tidak naik,
dalam kurun waktu tertentu. Bahkan ada yang takut anak mereka termasuk kategori
kurang gizi.
Beberapa hal yang menyebabkan anak susah makan, antara lain:
1
Makanan yang tidak menarik, misalnya makanan yang sudah beberapa hari disajikan dan bolak-balik dihangatkan, pasti bentuk dan rasanya pun berubah.
Makanan yang tidak menarik, misalnya makanan yang sudah beberapa hari disajikan dan bolak-balik dihangatkan, pasti bentuk dan rasanya pun berubah.
2. Situasi
psikis anak yang kurang nyaman, rumah yang kacau, pertengkaran orang tua, atau
kerabat di dalam rumah.
3. Penyajian
makanan yang tidak rutin, saat makan pagi tak ada makanan, saat makan siang
meja makan kosong, dan seterusnya.
4. Anak
kurang sehat. Kalau berlarut berarti harus diperiksakan ke dokter. Atau mungkin
ada bagian tubuhnya yang terkilir hingga tak mau makan.
5. Kebiasaan
makan camilan yang banyak mengandung perasa makanan, atau fast food, yang
membuat anak ketagihan sehingga tidak berselera dengan makanan yang berbumbu
sederhana.
6. Pemberian
makanan yang tidak teratur, membuat anak mengabaikan jam makan, dan tidak
memahami mana jam makan dan mana bukan.
Untuk meningkatkan nafsu makan pada anak perlu
diambil tindakan yang kontinnyu dan menyenangkan.
1. Kenali
makanan kesukaan anak, buatkan dan terus buatkan, meskipun anda sendiri merasa
bosan.
2. Sajikan
makanan dengan menarik. Hindari member makanan yang kedalu warsa pada anak,
berikan yang masih fres. Makanan yang masih fres lebih terjaga nilai gisinya
dan terjaga kualitas rasanya.
3. Hindari
semampu mungkin makanan fast food, makanan olahan, makanan beku dan makanan
kemasan, karena makanan ini mengandung
penguat rasa yang membuat anak ketagihan.
4. Biasakan
menyediakan cemilan sederhana tapi sehat, Martabak telur buatan sendiri, lebih
enak daripada selembar pizza yang penuh lemak tetapi rendah gizi, dan tentu
saja harganya lebih murah.
5. Dan
biasakan anak makan sayuran dan buah. Semangkuk papaya kupas dingin, sangat
cocok untuk menemani putera puteri anda sambil menonton televise daripada
sekotak coklat yang mahal.
6. Saya
tidak melarang anda memberikan makanan kemasan, seperti biscuit, kacang sukro,
es krim dan lain-lain, tetapi itu bukanlah makanan utama. Mereka boleh nyemil
setelah menghabiskan sarapan, makan siang atau makan malamnya.
7. Ciptakanlah
suasana rumah yang menyenangkan hingga anak merasa aman.
8. Selalu
memahami situasi kesehatan anak, perhatikan adakah tubuhnya bermasalah seperti
terkilir, sakit perut dan lain-lain, biasakan berkomunikasi dengan anak soal
ini.
9. Saya
menyarankan yang memberikan makanan, atau menyuapi (untuk balita) adalah
ibunya. Karena pada saat menyuapi anak,. Ibu bisal menceritakan manfaat makanan
bagi tubuh, bisa mengajarkan bagaimana menghargai makanan dan mengajak mereka
berdoa sebelum makan sebagai ungkapan terima kasih kepada Tuhan.
10. Ajari
anak makan dengan teratur sedini mungkin. Jelaskan proses makanan dan fungsi
makanan di dalam tubuh dan bahayanya kebiasaan makan tak teartur.
11. Kenalkan
beberapa makanan dengan nilai gizi dan fungsinya.
12. Menggambarkan
kisah-kisah di filem kartun, seperti popeye yang kuat karena bayam, krabbypatty
spongebob yang lezat , kegemaran upin dan ipin pada ayam goring, dan lain-lain
juga mempengaruhi nafsu makan anak.
13. Ajaklah
anak dalam proses membuat makanan , seperti mengupas bawang, mengaduk telur,
atau memotong sayuran untuk membuat sup. Anakku laki-laki (12 th) sudah pandai
membuat telur omelet dan membuat susu coklat sendiri.
Demikian
beberapa tips agar anak mau makan. Semoga bermanfaat.
Jakarta,
20 Maret 2014
Komentar
Posting Komentar