TEMPO.CO, Jakarta -Lemparkan sebuah pertanyaan kepada anak milenial kelahiran akhir 90-an siapa yang pernah mendengar nama Enny Arrow? Nyaris tak ada yang tahu. Lain cerita kala pertanyaan serupa diajukan kepada kelompok usia di atas mereka. “Wah stensilan zaman kecil, pernah dengar tapi enggak tahu pasti itu siapa kayaknya nama pena, itu pengarang hits pada zamannya,” berbagai celetukan dan komentar bermunculan di beberapa grup Whatsapp. Malah ada yang lantas sempat bercerita sedikit pengalaman membaca karya stensilan tersebut sembunyi-sembunyi. Atau ada juga yang ditawari buku tersebut oleh pedagang buku bekas di kawasan Cikapundung, Bandung. Novel Enny Arrow merupakan stensilan mesum yang populer pada 1980-1990 -an. Kala itu, ia menjadi barang paling diburu di lapak-lapak buku emperan di kawasan Pasar Senen dan Pasar Baru, Jakarta Pusat. Penjualannya tak terbendung meski dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Kendati popularitasnya tinggi, penulis novel erotis itu hingga kini masih...
Menghilangkan kecanduan pornografi pada remaja memerlukan pendekatan yang holistik dan suportif. Berikut beberapa langkah yang dapat membantu: 1. Komunikasi Terbuka. Mulailah dengan percakapan terbuka dan jujur tentang masalah ini. Dengarkan remaja tanpa menghakimi dan berikan pemahaman bahwa Anda ada untuk mendukung mereka. 2. Pahami Akar Masalah. Cari tahu apa yang mungkin menyebabkan kecanduan ini, seperti stres, kebosanan, atau kurangnya kontrol diri. Memahami akar masalah dapat membantu dalam menemukan solusi yang tepat. 3. Batasi Akses. Batasi akses ke konten pornografi dengan menggunakan perangkat lunak pemblokir situs atau aplikasi yang dapat memfilter konten tidak pantas. 4. Dorong Aktivitas Positif. Ajak remaja untuk terlibat dalam aktivitas positif seperti olahraga, hobi, atau kegiatan sosial yang dapat membantu mereka mengarahkan energi dan perhatian ke hal yang lebih konstruktif. 5. Pendidikan tentang Kesehatan Seksual. Berikan pendidikan yang seimbang tentang kesehatan se...
Barusan saya kebelet pengen buang air besar (BAB). Ngebutlah cari mall yang sejuk. Pilihan jatuh ke mall sebelah alun-alun Malang. Setelah sampai, aku langsung aja ke arah toilet khusus pria. Toiletnya banyak berjejer rapi dan bersih. Tanpa pikir panjang, aku milih toilet yang tengah dan langsung masuk aja. Baru saja jongkok di WC, dari sebelah ada yang teriak nanya. + piye kabare mas? - apik, jawabku +Jik kerjo nang sing biyen? - pancet, mas, dilakoni ae, kata saya di dalam hati bertanya-tanya ini siapa, kok kenal sama saya? - anak e sampeyan jik 2 taa? - iyo, mas, jawab saya sambil tetap penasaran, ini siapa di WC sebelah. + piye kabare bojomu? - apik-apik ae, aku makin bingung dan lupa tanya ini siapa orang yang di WC sebelah. Hening beberapa saat. Tidak berapa lama orang di WC sebelah ngomong gini: wis yo nelpone, iki nang WC sebelah enek wong edan, nyaauuut ae. Weduuus.
Komentar
Posting Komentar