Kapan Ke Spesialis Anak

Oleh:Anggie D. Widowati


Seorang ibu bertanya kepada saya, “Mbak, kalau putera dan puterinya sakit dibawa kemana, ke Dokter Spesialis Anak (DSA) atau ke dokter umum (DU). Jawab saya, Dokter Umum. Bunda yang juga reporter televisi swasta ini, selama ini selalu membawa putera-puterinya yang sakit ke DSA, dan dia sering dilanda ragu, karena teman-temannya mengatakan, bahwa kasihan kalau anak selalu dibawa ke DSA, karena mereka akan selalu diberi obat dosis tinggi.
Ketika masih kecil, Mikail, sekarang 9 th, saya selalu membawanya ke DSA bila sakit. Alasan saya mereka adalah ahlinya dalam menangani anak yang sakit. Suatu hari Mikail rewel dan tak mau makan. Kebetulan saya memiliki teman yang pandai menotok. Kata teman saya, anak sehat begini ngapain dibawa ke DSA. Saya awalnya tidak Pede. Tiap kali sakit, rasanya nggak afdol, kalau nggak ke SPA. Dan kemudian suami pindah ke kota kecil, yang suliit mencari SDA. Setiap sakit Mikail saya bawa ke DU dekat rumah. Ternyata sembuh. Adiknyapun juga akhirnya selalu saya bawa ke DU, tidak pernah ke SDA.
Bunda Reporter itu kemudian bertanya lagi, kenapa mbak bisa beralih ke DU, sedangkan dia nggak berani seperti itu. Saya jawab, untuk anak yang sakit ringan, menurut saya, cukup dibawa ke DU. Sedangkan DSA, khusus untuk anak yang menderita sakit berat, seperti asma, kanker, hepatitis dan penyakit berat lainnya. Setiap anak memiliki sistem imun untuk melawan penyakit. Dan sistem imun itu bisa dibangun dengan memberi mereka makanan yang sehat dan berkualitas. Dengan sistem imun yang kuat, mereka akan jarang sakit.
Biasanya kalau anak biasa diberi obat dengan dosis tinggi, penyakit di tubuhnya tidak mempan, bila diberi obat dosis rendah. Karena itu saya memilih DU saja. Karena mereka adalah anak-anak yang sehat....
Selamat Pagi, tetap semangat ya, meskipun sedang berpuasa...


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengulik Stensilan Mesum Enny Arrow Era 1980-1990-an

Di Toilet

15 Ciri-ciri Anak Cerdas Istimewa dan Berbakat