Obscenity (Dukana), Kelainan Seksual Dimana Seseorang Mendapatkan Kepuasan Seksual Dengan Berkata Jorok atau Porno
Kelainan seksual ini sering ditemui, tetapi tidak
terlalu dikenal. Mungkin karena dianggap hal biasa, dan sudah menjadi makanan
sehari-hari dalam sebuah kelompok sosial media, atau grup.
Beberapa hari yang lalu, saya kembali melakukan
protes di sebuah grup sosial media. Masalahnya sepele, grup tersebut ada
beberapa gelintir orang yang suka banget melontarkan banyolan yang sifatnya
porno, alias jorok.
Saya sudah beberapa kali masuk kemudian keluar
dari grup tersebut, dengan alasan yang sama, adanya guyonan porno yang
ditujukan kepada saya, dan juga anggota perempuan yang lain, yang anehnya oleh
sebagian dari mereka dianggap hal biasa. Padahal sebenarnya ada unsur harasmen
seksual mengingat saya adalah seorang ibu dengan dua anak yang tentu saja sudah
menikah.
Well, saya pun kembali membuka-buka buku kuliah
di Fakultas Psikologi. Dan di dalam buku Psikologi Abnormal dan Abnormalitas
Seksual, Karangan Dr. Kartini Kartono saya menemukan jawaban itu.
Di dalam buku tersebut disebutkan adanya kelainan
seksual yang bernama Obscenity atau Dukana, yang merupakan pola tingkah laku,
gerak-gerik, perkataan-perkataan, dan ekspresi lainnya yang bersifat erotis,
yang berlangsung secara terang-terangan dan terbuka, tidak sopan, jorok dan
menjijikkan.
Jadi kalau ada seseorang yang suka melakukan
tindakan seperti ini, sudah selayaknya "dicurigai", apakah orang
tersebut sedang malakukan aktifitas seksual, dan dengan perilaku kotornya, dia
memang mendapatkan kepuasan.
Dalam dunia maya, sekarang pun sudah mulai
dikenal adanya UU IT, yang bisa menjerat segala macam bentuk pembullyan dan
pelecehan di media internet. Jadi menurut saya bagi yang masih bisa menahan
diri untuk bercanda berlebihan dan berbau porno, itu artinya masih ada rem
etika dalam dirinya.
Namun bila ini sudah menjadi kebiasaan, dan sama
sekali tidak ada perasaan bersalah, maka bersegeralah menemui psikolog atau
psikiater di dekat anda. Karena pada dasarnya kelainan seksual (abnormalitas
seksual) semacam ini juga mengganggu orang lain, dan membuat mereka menjadi
tidak suka.
Semoga bermanfaat.
12 December 2015
Komentar
Posting Komentar