Berakhirnya Sampah Marketing

Oleh: Kyaimarketing.

Assalamulaikum wr.wb.
Kemarin saya jalan- jalan ke ITC Roxy Mas Jakarta. Dari kejauhan billboard aneka merek handphone sudah terlihat menempel di gedungnya. Begitu masuk pintu gerbang utama NeonBox Oppo, booth Oppo dan mbak mas pramuniaga berpakaian Oppo warna hijau menyambut saya sambil menyodorkan flyer Oppo juga.
" Oppo tho yo mbak, aku ra tuku Hp ming arep buka Bakso Bom di Foocourt ITC Roxy Mas".
Masuk ke dalam ITC, pening kepala saya. Ke mana mata berpindah disitu ada neon box merek HP Vivo Oppo Cross,dll. Dominasi Oppo dan Vivo. Seakan mata ini gak diberi ijin untuk melihat sudut ruangan tanpa adanya kedua merek itu.
Beberapa bulan lalu saat memanjakan diri di toilet CITOS, saat sy duduk di kloset di depan muka saya langsung ada papan iklan. Saking saya gak mau melihatnya, saya nunduk terus mainan HP.
Lihatlah juga di kala ada pameran/expo. Mau si toilet di musholla di halaman parkir terlihat flyer brosur bertebaran entah sengaja dibuang atau  tertinggal. Jika 1 stan mencetak 1.000 flyer pada 1 pameran dan tiap.pameran paling sedikit 100 stan maka sampah flyer yg dihasilkan pameran dr flyer saja sudah 100.000 buah. Belum.sampah booth, sampah digital print, sampah sterefoam dll.
Kejadian berbeda terjadi tiap opening Bakso Bom. Tidak ada sampah yang kami ciptakan kecuali Papan Nama dan Spanduk Opening. " Maaf pak kami bisa bantu memberikan flyer ke tiap pengunjung mall kita di tiap pintu masuk. Juga bisa bpak menaruh iklan banner di tiap pintu masuk, saya kok dari kemarin belum melihatnya ya bakso bom masang Banner atau sebar flyer pak, nanti orang gak tahu lho" ujar Tenant Relation sebuah mall di Manado
" Wah terima kasih perhatianya Bu  namun sy memang sejak outlet pertama kami dibuka sampai outlet nomer 26 di Manado ini kami tidak pernah membuat materi promo cetak atau banner atau neon box di gedung. Apalagi sebar flyer. Karena jaman sudah berubah, marilah kita menciptakan pemasaran yg bersih dari " sampah". " jawabku.
" Terus pake apa donk Pak, saya kuatir gak ramai lho pak. Nanti saya yg ditegur manajemen kok bapak gak ikut SOP kami."
" Maaf pak SOP Ibu yang ketinggalan jaman, masak saya harus ikut yang ketinggalan jaman. Ibu tahu facebook ad, google adword, Instagram Ad Youtube dll?"
" Enggak pak apa itu". jawabnya. " Nanti ibu lihat dampaknya ya saat opening, gak usah kuatir kalau sepi saya akan traktir ibu makan di resto mahal di bawah itu. " ujarku menutup pembicaraan.
Dan ini yang terjadi
Ramenya minta ampun sampai kustomer rela antri untuk duduk. SOP saya tiap buka gerai hanya melakukan marketing di Sosmed H-7 opening dengan budget Rp. 5 jutaan.
Saya membayangkan indahnya jika semua orang sadar bahwa di jaman NOW calon pembeli itu ada di saku celana. Karena di saku celana itu tiap orang menyimpan HP.
Di jaman Now, marketing telah bergeser dari " memaksa orang untuk membeli" dan " membujuk orang yg lewat di jalan untuk membeli" menjadi marketing yang membangkitkan keinginan untuk membeli DARI RUMAH."
Makanya iklan billboard dkk itu disebat " Out of Home Advertising" maksudnya " kalau pelanggan belum merencanakan keinginannya maka dengan melihat iklan bilboard spanduk flyer dkk mereka akan terbentuk keinginannya untuk.membeli sebuah brand.
Pertanyaannya: Adakah pemuda jaman NOW tidak punya keinginan dari rumah? Saya bilang, Jangankan dr rumah sejak berbulan bulan mereka sudah menyimpan asa itu. Mereka sudah merencanakan mau beli HP apa, celana merek apa, baju merek apa, bahkan liburan ke man akhir tahun ini."
Seperti kemarin saya bertemu teman anak jaman Now yang hanya mau ke Bromo 7 hari bersama kekasihnya. Lalu aku tanya, " kapan kamu punya ingin lalu merencanakan ke Bromo". 1 tahun yang lalu, Mas" jawabnya.
Saya sudah punya hasrat membeli Mini Cooper Johny Cooper series sejak 2010. Saya sudah tahu mau beli HP Xiomi Mi5 sejak dr rumah. Saya sudah tahu mau beli brand kemeja baju sepatu sejak saya dari rumah. Kalau pun ke Sport Station saya cuma mau membandingkan foto di web dengan warna aslinya.
Jadi, masih mau " nyampah" dan bakar uang pake strategi marketing jaman OLD? Ingat lho sekarang sudah jaman NOW.
wassalamulaikum wr.wb
Anke Ds
Kyai Marketing.
www.kyaimarketing.id

(Copas WA)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengulik Stensilan Mesum Enny Arrow Era 1980-1990-an

Di Toilet

15 Ciri-ciri Anak Cerdas Istimewa dan Berbakat