Waspadai Porn Addict Pada Anak
Oleh: Anggie D. Widowati
Dunia sepakat bahwa kita harus membentengi
anak-anak (0-16 th) dari narkoba, minuman keras bahkan merokok dini. Tetapi ada
satu hal penting lagi yang harus menjadi perhatian pemerintah dan orang tua,
yaitu porn addict. Kecanduan pornografi.
Anak seperti apakah yang punya potensi menjadi
porn addict? Tentu saja semua akan dikembalikan kepada orang tua. Seperti
apakah mereka memperlakukan anak-anak mereka. Bagaimana kah suasana di rumah
hingga anak mencari pelarian ke dunia prnografi.
Pada saat ini sudah menjadi rahasia umum,
banyaknya anak-anak yang masuk sebagai kategori child blass. Maksudnya
anak-anak yang memiliki jiwa yang kosong. seperti apakah mereka? Biasanya
mereka tidak mendapatkan perhatian yang semestinya dari orang tua, mendapat
perlakukan kasar, atau hanya sekedar di anak tirikan.
Anak-anak inilah yang menjadi sasaran bisnis
pornografi, karena mereka akan menjadi peluang untuk menjadi pelanggan di
kemudian hari. Selain itu, mereka juga akan menjadi sasaran empuk para bandar
narkoba, miras, dan juga produsen rokok.
Anak-anak ini hanya butuh perhatian dan didengarkan, bila mereka tak
mendapatkan dari orang tua, maka larinya ke poin-poin di atas.
Bahaya porn addict, melebihi bahaya narkoba,
demikian menurut para ahli, semua disebabkan karena pornografi bisa merusak
pikiran mereka. Dan bila sudah kecanduan, dosisnya akan terus meningkat seiring
dengan pertambahan usianya.Yang mengerikan kecanduan ini akan berubah menjadi
kekerasan seksual.
Ciri-ciri anak-anak yang menderita situasi ini,
bila anak sudah melakukan masturbasi 30-35 kali sepanjang hidupnya, maka dia
sudah terjangkiti porn addict. Kemudian dia melontarkan pertanyaan-pertanyaan
seputar seks, tetapi bukan pertanyaan yang normal. Pertanyaan normal itu
seperti darimana asalnya adik? Kenapa saya tidak punya burung seperti abang?
Kenapa anak laki-laki tidak mens?
Sementara anak yang sudah kecanduan pornografi,
pertanyaan sudah menjurus pada aktifitas hubungan seksual antara pria dan
wanita, seperti bagaimana caranya memasukkan alat kelamin laki-laki pada alat
kelamin perempuan.Posisi bercinta itu apa, dan sebagainya.
Anak-anak yang sudah kecanduan pornografi ini
akan memiliki keberanian lebih dalam urusan seks. Termasuk melakukan kejahatan
seksual seperti memperkosa, meraba-raba alat vital temannya, bahkan melacur.
Tak heran bila ada kasus pemerkosa anak-anak, dan yang diperkosa masih balita.
Atau adanya berita bahwa pelanggan pelacur tua adalah kebanyakan anak-anak.
Sasaran kekerasan seksual anak ini, biasanya anak
yang dekat di sekitarnya, namun lebih kecil (lemah) seperti adik, saudara
sepupu yang sering bersama bermain di rumah. Dan perilaku kekerasan kebanyakan
terjadi di rumah.
Bagaimana caranya agar anak-anak tidak mengalami
hal ini?
1. Berikan perhatian, jangan melakukan kekerasan
terhadap anak, jangan terlalu mengatur dan disiplin tinggi pada anak, biarkan
mereka tumbuh dengan alamiah.
2. Jangan menyimpan gambar-gambar porno di gadged
yang biasa dibuka-buka oleh anak.
3. Lakukan komunikasi dengan efektif.
4. Luangkan waktu bersama mereka untuk menikmati
alam bebas, seperti jalan sehat, naik gunung berenang.
5. Berikan pendidikan seks dengan benar.
6. Pisahkan kamar anak laki-laki dan anak
perempuan.
Tetapi bila anak sudah ketahuan menderita porn
addict, tak ada pilihan lain selain membawanya ke psikolog.
Jakarta 10 September 2016
Komentar
Posting Komentar