Cuma Ibu yang Tahu

Oleh: Khofifah Indar Parawansa 

(Puisi dibacakan oleh Wagub Jabar Bpk. H. Deddy Mizwar dalam sambutan Wisudawan Wisudawati Pondok Pesantren Husnul Khotimah Angkatan Ke-20)


Saat Ibu baru saja memejamkan mata

pecahlah tangisan sikecil dengan nyaringnya

dalam keadaan mengantuk, anak pun harus digendong sepenuh cinta

Bagaimana rasanya

Cuma Ibu yang tahu rasanya


Saat lapar melanda, terbayang makanan enak di atas meja

ketika suapan pertama, anak pup dicelana

Bagaimana rasanya

Cuma Ibu yang tahu rasanya


Saat badan sudah lelah tak ada tenaga

ingin segera mandi menghilangkan penat yang ada

mumpung anak-anak sedang anteng dikamarnya

Belum sempat sabunan, anak sudah nangis berantem rebutan boneka

Kacaulah acara mandi Ibu

langsung handukan walau daki masih menempel dibadannya

Bagaimana rasanya?

Cuma Ibu yang tahu rasanya


Saat Ibu ingin beribadah dengan khusuknya

anak-anak mulai mencari perhatian

menarik-narik mukena, mengacak-ngacak lemari baju mumpung lbu tak berdaya

Loncat sana loncat sini, punggung Ibu jadi pelana

Belum juga beres doa, anak-anak semakin berkuasa

Bagaimana rasanya?

Cuma Ibu yang tahu rasanya


Aaah

dibalik kerepotan itu semua, namun ada jua syurga didalamnya.


Cuma Ibu yang tahu lezatnya makna senyuman anak yang diberikan pelukan anak

Ucapan cinta anak yang tampak sederhana dihadapan orang, namun berubah menjadi intan permata dimata Ibu

Itulah mengapa

Saat anak bahagia, Ibu menangis

Anak berprestasi, Ibu menangis

Anak tidur lelap, Ibu menangis

Anak pergi jauh, Ibu menangis

Anak menikah, Ibu menangis

Anak wisuda TK aja, Ibu menangis

Anak tampil dipanggung, Ibu menangis


Aah

inikah tangis bahagia yang tak akan dapat dimiliki siapapun jua

jika engkau tak mengalaminya sendiri sebagai Ibu

mungkinkah ini bagian dari surga milikNya yang diberikan kepada seluruh Ibu, sebuah cinta yang begitu lezatnya dirasa


Dan akhirnya saya percaya dimana ada kerasnya perjuangan Ibu di dalam rumah

maka disitu akan hadir cahaya surga yang menemani Ibu yang tak kalah indahnya


Jika hari ini engkau menangis karena repotnya mengasuh anak

maka akan ada hari dimana engkau akan tersenyum paling manis karena kebaikan yang hadir bersamanya



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengulik Stensilan Mesum Enny Arrow Era 1980-1990-an

Di Toilet

15 Ciri-ciri Anak Cerdas Istimewa dan Berbakat