Kisah Cinta Yang Terlupakan

RESENSI FILM
Judul: A Man Call Ahok
Sutradara: Putrama Tuta
Produsen: Ilya Sigma
Pemain: Daniel Mananta,  Denny Sumargo,  Sita Nursanti, Donny Damara,  Chew Kin Wah, dan Eric Febrian.
Durasi: 2 jam
Basic From novel A Man Call Ahok karya Rudy Valinka

Film diawali dengan menampilkan sosok taoke Kim Nam muda (Denny Sumargo) yang tinggal di Belitung Timur. Kim Nam adalah seorang lelaki pekerja keras yang suka membantu orang miskin, bahkan ketika bisnisnya oleng pun dia masih suka menolong orang yang tak mampu.
Dalam bekerja, Kim Nam terkenal jujur dan kadang-kadang melibatkan anak-anaknya, terutama Ahok kecil (Eric Ferbrian) dan Yuyu adik Ahok. Mereka ikut ayahnya bekerja sampai kelelahan dan diprotes oleh ibunya, Buniarti Ningsih muda yang diperankan oleh Eriska Rein.
Ayahnya selalu menanamkan kepada anak-anaknya untuk selalu berjuang bersama keluarga. "Kalau kau berburu dengan orang lain, saat masalah mengintai kau akan ditinggalkan, tetapi kalau kau berburu dengan saudara, saat salam situasi kritis tidak bakalan ditinggalkan."
Lelaki itu sangat ingin Ahok menjadi pejabat, agar bisa membangun Belitung Timur. Dia pernah berharap Ahok menjadi dokter namun Ahok kurang suka dengan cita-cita ayahnya dan ibunya selalu menasehati ayahnya untuk tidak memaksakan sesuatu pada anak.
Keinginan ayahnya itu semata agar Ahok bisa mendirikan rumah sakit di Belitung Timur. Dan kalau dia sudah tua, bisa merawat dirinya kalau sakit. Di kemudian hari, akhirnya Yuyu adik Ahok yang menjadi dokter.
Memang benar  Film The Man Call Ahok ini banyak menggambarkan hubungan ayah dan anak yang penuh konflik. Bahkan mereka bersitegang meskipun kondisi ayahnya sedang kurang bagus.
Pertengkaran itu dimulai saat Ahok selesai kuliah. Ahok dewasa (Daniel Mananta) memilih bekerja di Jakarta sebagai karyawan, tetapi ayahnya yang mulai tua, ( Chew Kin Wah)  ingin dia pulang dan memegang kendali pabrik timahnya.
Ahok menerima tawaran ayahnya, namun mereka kemudian cekcok lagi, karena ayahnya tidak suka managemen yang diterapkan oleh Ahok.  Saat-saat perusahaan sulit itu ayahnya mulai sakit, dan kemudian meninggal.
Ahok membuka usaha seperti ayahnya yaitu memiliki perusahaan tambang, dengan menerima investor dari luar.
Namun tetap saja oknum pemda yang dulu memeras ayahnya (Donny Damara), juga berusaha memerasnya. Ahok kemudian ingat nasehat ayahnya: Orang miskin takut sama orang kaya, orang kaya takut sama pejabat, karena itu jadilah pejabat.
Dari situlah Ahok memulai karirnya dalam dunia politik, sebagai anggota dewan daerah. Kebusukan di dalam DPRD itu mendorongnya untuk menjadi Bupati. Pemilihan Bupati itu penuh intrik, salah satu musuh yang selalu memerasnya menggunakan isu sara untuk menghentikan pencalonan itu. Setelah menghitungan suara akhirnya Ahok terpilih menjadi Bupati Belitung Timur.
Yang paling menyentuh adalah saat ibunya, Buniarti Ningsih (Sita Nursanti), memberikan selamat atas terpilihnya sebagai bupati. Dia adalah bupati pertama yang berdarah China.
Dalam film berdurasi dua jam ini, ketokohan Ahok menjadi kekuatan utama. Sutradara mencoba menampilan keindahan alam kepulauan itu, namun jalan cerita terkesan lamban. Tidak ada kisah asmara yang ditampilkan, membuat kehidupan seorang Ahok dalam film ini terkesan garing.
Alangkah bagusnya bila ditampilan juga bagaimana kisah cinta, kisah pertemuannya dengan istrinya Veronika, dan juga anak-anaknya. Pada bagian akhir memang ada sih adegan saat dia memberikan surat kepada seorang wanita. Dalam adegan itu tidak diceritakan dengan jelas siapa wanita itu.
Kalau penonton yang mengikuti jalan kehidupan Ahok akan menebak bahwa adegan itu menggambarkan proses cerai dengan istrinya. Cuma kalau tiba-tiba ada adegan cerai tanpa menceritakan siapa istrinya, jadi seperti ada benang putus di sini
Seburuk apapun, kisah cinta yang gagal bukanlah aib. Kalau kisah cinta Ahok ditampilkan apa adanya, justru akan memperkuat pribadi Ahok dimata penggemarnya.  Karena semua ingin tahu seperti apakah seorang Ahok ketika bersama seorang wanita yang dicintainya.

Anggie D. Widowati


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengulik Stensilan Mesum Enny Arrow Era 1980-1990-an

Di Toilet

15 Ciri-ciri Anak Cerdas Istimewa dan Berbakat