Nama-Nama Syari
Oleh: Mashuri Alhamdulillah
Sejak pagi saya ngobrol gayeng dengan Dul Koplo di warung Yuk Komes, mulai dari soal peran besar Stasiun MRT Senayan dalam penyelesaian sengketa pilpres 2019 hingga urusan onderdil.
Ehm. Kebetulan Yuk Komes sedang sedap-sedapnya. Rambutnya masih basah. Dibiarkan tergerai sebahu. Kayaknya subuh tadi barusan keramas. Uhui.
"Cak Dul, masak pean gak bisa membuat Yuk Komes lebih syar'i?" bisik saya.
"Maksudnya, saya kawin siri dengannya?" bisik Dul Koplo, antusias pol.
"Bukan! Itu lho rambutnya. Basah. Bikin saya gak bisa fokus sejak tadi!" seru saya.
"Ah, itu biasa, Mas. Pean saja yang ngacengan!" bisik Dul Koplo.
Ups! Masaawoh.
"Bukan begitu, Cak Dul. Sekarang kan zamannya serba syar'i!" elak saya.
Malu dong kalau disebut gampangan model embongan gitu.
"Iya, Mas. Bahkan nama anak-anak sekarang juga dituntut syar'i. Soal ini saya sudah mengkondisikan, Mas. Beberapa orang yang datang ke saya minta nama untuk bayinya saya kasih nama yang syar'i tapi tetap puitis," tutur Cak Dul, menepuk dada.
Wow, akselerasi Cak Dul Koplo memang patut diacungi jempol. Jempol kaki maksudnya.
"Dahsyat, Cak!" seru saya. "Contohnya?"
"Misalnya, nama Damarwulan menjadi Misbahulqomar. Hujan Rintik-rintik menjadi Matori Shagir. Cahaya Indah menjadi Nurul Jamilah," seru Dul Koplo.
"Lha kalau ingin memberi nama Malam Sepi untuk bayi laki-laki yang lahir menjelang tengah malam?" tanya saya.
"Gampang, Mas! Beri saja nama Ba'da Isya'," jawab Dul Koplo.
Ajur, Dul!
Komentar
Posting Komentar