9. Kak Rah
Catatan Perjalanan: Ari Handayani Ketika sedang ditimpa musibah seperti mengidap suatu penyakit, kita akan tahu siapa kawan dan siapa lawan. Orang Indonesia di perantauan, walau diikat persamaan nasib, tak selalu bersatu. Melihat kawan yang ditimpa musibah, ada yang datang membantu, tapi banyak pula yang pura-pura bersimpati namun menyebarkan fitnah di belakangnya. Hal itu pernah kualami dan kumaklumi. Terkadang simpati yang tulus justru datang dari orang yang tidak kita sangka-sangka, orang yang tak begitu dekat dengan kita, namun mereka ternyata mau membantu. Kawanku Kak Zarah, perempuan Melayu setengah baya, selalu menanyakan perkembangan penyakitku setiap kali kami berpapasan di surau. “ Hang pi bomoh kat kampong kak ja, esok balik kilang ikut akak , ” usulnya. Dia mengajakku ke rumahnya, agar diantarnya pergi ke dukun di kampungnya. Mula-mula usulnya kutolak. Aku lebih percaya kepada pengobatan medis. Namun tak putus dia membujukku. Menjelang libur usulnya kuteri...